GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

  Sejarah

Kabupaten Mukomuko merupakan kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Bengkulu Utara. Pemekaran kabupaten ini dilakukan dalam rangka peningkatan efektifitas penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pelayanan kemasyarakatan. 
Kabupaten Bengkulu Utara sebelum pemekaran mempunyai luas wilayah ± 9.585,24 km2 dan laju pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi.  Dengan wilayah yang cukup luas dan laju pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi maka efektivitas pelaksanaan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat menjadi kurang optimal. Memperpendek rentang kendali pemerintahan melalui pembentukan daerah otonom baru merupakan alternatif solusinya. Dalam kaitan ini serta memperhatikan aspirasi masyarakat maka Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bengkulu Utara menyetujui pemekaran wilayah kabupaten Bengkulu Utara.  Persetujuan tersebut dituangkan dalam Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bengkulu Utara Nomor 16 Tahun 2001 tanggal 20 Agustus 2001 tentang Persetujuan/Pengesahan Pemekaran Wilayah Eks Kewedanaan Mukomuko menjadi Kabupaten Mukomuko.
Kabupaten Mukomuko dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Seluma dan Kabupaten Kaur di Provinsi Bengkulu, yang diresmikan pada tanggal 23 Mei 2003 dengan Ibu kota Kabupaten berkedudukan di Mukomuko. Seiring dengan perkembangan otonomi daerah, kecamatan di Kabupaten Mukomuko dari semula hanya 5 kecamatan, kini berkembang menjadi 15 kecamatan definitif, 152 desa dan 3 kelurahan.


Letak dan Topografi
Secara geografis Kabupaten Mukomuko terletak membujur sejajar dengan Bukit Barisan pada 10100115,1 – 10105129,6Bujur Timur dan pada 0201632,0– 0300746,0 Lintang Selatan.  Posisi letak Kabupaten Mukomuko ini cukup strategis karena (1) terletak di pantai barat Sumatera yang merupakan jalur daerah tujuan wisata (DTW) utama pulau Sumatera, (2) dilintasi oleh Jalan Lintas barat (Jalinbar) Sumatera, dan (3) berada ditengah-tengah antara kota Bengkulu dengan kota Padang atau  daerah perbatasan antara wilayah Provinsi  Bengkulu dengan Provinsi Sumatera Barat. Kabupaten Mukomuko memiliki luas wilayah darat  403. 670 Ha, dan luas wilayah laut 72.760 Ha jika di hitung sejauh 4 mil dari garis pantai.  Dengan demikian, potensi sumberdaya wilayah Kabupaten Mukomuko tidak hanya sumberdaya yang tersedia pada lahan/daratan tetapi juga sumberdaya yang tersedia pada perairan laut samudera. Secara administrasi batas-batas wilayah Kabupaten Mukomuko adalah sebagai berikut :
a. Sebelah Utara :  Berbatasan dengan Kabupaten Pesisir Selatan, Propinsi Sumatera barat
b.Sebelah Timur  :  Berbatasan dengan Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Merangin Propinsi Jambi.
c. Sebelah Selatan  : Berbatasan dengan Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara.
d.Sebelah Barat :  Berbatasan dengan Samudera Hindia


Gambar 2.1:   Peta Administratif Kabupaten Mukomuko

Keadaan topografi di wilayah Kabupaten Mukomuko didominasi oleh kawasan landai sampai berbukit-bukit, sedikit sekali yang bergunung-gunung.  Rincian ketinggian wilayah ini disajikan pada Tabel 2.1
 
Tabel 2.1:   Pembagian Wilayah Kabupaten Mukomuko Menurut Ketinggian
di atas Permukaan laut (dpl)
No
Ketinggian (mdpl)
Luas  (Ha)
Persentase (%)
   1                                                             1  1
< 25
53.468,88
13,25
2
25-50
43.842,28
10,86
3
50-75
32.687,84
8,10
4
75-100
26.489,84
6,56
5
100-200
71.921,36
17,82
6
200-300
50.255,29
12,45
7
300-400
32.640,52
8,09
8
400-500
24.211,85
6,00
9
500-750
32.483,21
8,05
10
750-1000
17.681,25
4,38
11
1000-1250
8.461,10
2,10
12
1250-1500
5.534,70
1,37
13
1500-1750
2.546,88
0,63
14
1750-2000
1.123,71
0,28
15
> 2000
321,30
0,08
Jumlah
403.670,00
100.00
Sumber Data : BAPPEDA Kabupaten Mukomuko
Berdasarkan data pada Tabel 2.1,  ketinggian wilayah kabupaten Mukomuko yang berada kurang dari 500 meter dpl adalah sekitar 83,12%, hanya sekitar 16,88% yang memiliki ketinggian di atas 500 meter diatas permukaan laut. 
Kabupaten Mukomuko didominasi oleh kawasan yang mempunyai kelerengan antara 0 – 5% seluas 133.637 ha, diikuti kawasan yang mempunyai kelerengan  antara 8%– 15% seluas 71.431,41 ha, kelerengan antara 25-45% seluas 68.465,63 ha, dan kawasan dengan kelerengan > 45% dengan luasan yang kecil yakni seluas 15.675,95 ha.  Kondisi topografi wilayah ini menggambarkan potensi sumberdaya lahan yang memadai baik untuk pengembangan sektor pertanian terutama pertanian dalam arti luas pada dataran rendah maupun ketersediaan lahan untuk keperluan pengembangan infrastruktur fisik prasarana (fispra)

Klimatologi
Keadaan iklim Kabupaten Mukomuko umumnya seragam dengan curah hujan tinggi.  Iklim di Kabupaten Mukomuko tidak dapat dipisahkan dengan iklim di wilayah Propinsi Bengkulu secara keseluruhan.  Berdasarkan tipe iklim menurut kriteria Schmid dan Ferguson, Oldeman, dan menurut Koppen, maka tipe iklim di Kabupaten Mukomuko adalah sebagai berikut:
a.      Menurut Schmidt dan Ferguson, Kabupaten Mukomuko mempunyai tipe iklim A (sangat basah)
b.      Menurut Oldeman, Kabupaten Mukomuko mempunyai tipe iklim B
c.       Menurut Koppen, Kabupaten Mukomuko mempunyai tipe iklim A dan B1
Curah hujan  di kabupaten Mukomuko selama periode tahun 2008 tercatat rata-rata 199 mm per bulan.  Musim hujan biasanya jatuh pada bulan Agustus sampai bulan Mei. Hari hujannya adalah 170 hari dalam setahun atau rata-rata 14 hari/bulan.  Kelembaban udara berkisar antara 84%-90%.  Iklim yang masuk ke dalam tipe A, B, atau B1 di atas menunjukan bahwa iklim wilayah kabupaten Mukomuko merupakan iklim yang sangat sesuai untuk pengembangan sektor pertanian dalam arti luas.

Ekonomi Daerah
Untuk mengevaluasi hasil pembangunan atau kemajuan perekonomian suatu daerah biasanya digunakan data statistik dari Produksi Domestik Regional Bruto (PDRB) karena PDRB merupakan pengukuran atas nilai tambah yang timbul akibat berbagai aktivitas perekonomian pada suatu daerah. Peningkatan PDRB merupakan indikator meningkatnya hasil pembangunan pada suatu daerah.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
PDRB atas dasar harga berlaku (ADHB) selama lima tahun terakhir mengalami kenaikan dari Rp 723,837 juta  (2005) menjadi Rp.1,085,214 juta (2009), sedangkan PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) mengalami kenaikan dari Rp. 440,021 (2005) menjadi Rp.533,775 juta (2009). Perkembangan PDRB dalam kurun waktu 2005-2009 dapat dilihat pada Tabel 2.3.
Tabel  2.3. PDRB Kabupaten Muko-Muko Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga  Konstan Menurut Lapangan Usaha, Tahun 2004 - 2009 (Juta Rupiah )
No
PDRB
2005
2006
2007
2008
2009
1
Harga Berlaku
723,837
813,565

906,310

1,015,322

1,085,215

2
Harga Konstan
440,021

464,751

487,851

510,069

533,776


Sumber: BPS Provinsi Bengkulu 2010, Data Diolah

PDRB Kabupaten Mukomuko dalam kurun waktu 2005-2009 mengalami kenaikan. Namun peningkatan PDRB ini berada pada kecenderungan (trend) yang menurun.  PDRB atas`harga berlaku naik dengan rata-rata kenaikan sebesar 10,68 persen/tahun.  Sementara PDRB atas dasar harga konstan meningkat dengan laju peningkatan rata-rata 5,82 persen/tahun. Peningkatan PDRB atas dasar harga berlaku relatif tinggi. Sementara peningkatan PDRB atas dasar harga konstan berada pada tingkat moderat. 

Struktur Perekonomian Daerah
Struktur perekonomian kabupaten mukomuko dicerminkan oleh kontribusi sektor-sektor  yang ada terhadap PDRB.  Atas dasar kontribusi tersebut maka struktur perekonomian Kabupaten Mukomuko masih didominasi oleh sektor pertanian, lalu diikuti secara berturut-turut oleh sektor perdagangan, hotel, dan restoran; sektor pertambangan; industri pengolahan; jasa; pengangkutan dan komunikasi; sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan; dan bangunan.  Sementara sektor listrik, gas, dan air bersih merupakan sektor yang memberikan kontribusi paling kecil.  Data kontribsi masing-masing sektor pada PDRB kabupaten Mukomuko dalam kurun waktu 2004-2008 disajikan pada Tabel 2.4.
Tabel 2.4.  Kontribusi masing-masing sektor pada PDRB Kabupaten Mukomuko dalam kurun waktu 2005-2009
 
Sektor
2005
2006
2007
2008
2009
Rerata
Pertanian
51.85
51.72
51.49
51.18
50.37
51.32
Pertambangan dan Penggalian
6.06
6.10
5.90
5.67
5.58
5.86
Industri Pengolahan
6.30
6.32
6.30
6.58
6.18
6.34
Listrik, Gas dan Air Bersih
0.19
0.20
0.19
0.16
0.15
0.18
Bangunan
2.79
2.88
2.95
3.10
3.18
2.98
Perdagangan, Hotel dan Restoran
19.41
19.40
19.72
19.13
19.99
19.53
Pengangkutan dan Komunikasi
3.93
3.94
3.85
3.88
3.96
3.91
Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan
3.42
3.37
3.36
3.43
3.52
3.42
Jasa-Jasa
6.05
6.07
6.25
6.88
7.05
6.46
Total
100,00
100,00
100,00
100,00
100.00
100,00
BPS Provinsi Bengkulu 2008, Data Diolah

Sektor pertanian memberi kontribusi yang paling besar dalam perekonomian Kabupaten Mukomuko baik dilihat dari kontribusinya terhadap PDRB maupun dalam penyediaan lapangan kerja. Kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB dalam kurun waktu 2005-2009 adalah rata-rata sebesar 51.32 persen.  Pertumbuhan sektor ini selama kurun waktu 2005-2009 adalah rata-rata sebesar 4,64 persen. Dominannya peran sektor pertanian ini dalam perekonomian Kabupaten Mukomuko memperlihatkan potensinya yang besar sekaligus bermakna bahwa perekonomian Kabupaten Mukomuko masih bertumpu pada sektor atau produk primer.  Sebagai sektor yang dominan dalam perekonomian Kabupaten Mukomuko, sektor pertanian memiliki produktivitas yang relatif rendah dibanding sektor lainnya.  Hal ini tercermin dari persentase kontribusi sektor pertanian yang masih jauh di bawah persentase tenaga kerja yang diserapnya yang mencapai kurang lebih 80 persen.  Agar sektor ini dapat menjadi kekuatan perekonomian (Leading Sector) maka perlu dilakukan revitalisasi sehingga ia mampu menciptakan lapangan kerja dan usaha yang lebih luas bagi pelaku ekonomi di sektor ini, meningkatkan pendapatan melalui peningkatan produktivitas dan nilai tambah serta dapat mengurangi kemiskinan.  
Sektor perdagangan, hotel, dan restoran merupakan sektor dominan berikutnya. Kontribusi sektor ini pada periode 2005-2009 mencapai rata-rata sebesar 19,53 persen. Namun demikian, peran dari sektor ini masih didominasi oleh subsektor perdangangan besar dan eceran, yakni sebesar 19,43 persen.  Sementara peran subsektor perhotelan dan subsektor restoran masih kecil. Pertumbuhan sektor ini tidak terlalu tinggi, hanya tumbuh rata-rata sebesar 4,82 persen selama lima tahun belakangan (2005-2009)
Sektor jasa merupakan sektor yang cukup berperan dalam perekonomian Kabupaten Mukomuko.  Kontribusi sektor jasa di dalam perekonomian Kabupaten Mukomuko adalah rata-rata sebesar 6,46 persen dalam periode 2005-2009. Kontribusi sektor ini didominasi oleh subsektor pemerintahan umum.  Hal ini terlihat pada kontribusi sektor jasa pada tahun 2009. Dari kontribusinya yang sebesar 7,05 persen,  sub sektor pemerintahan umum menyumbang sebesar 5,83 persen sedang sub sektor swasta menyumbang hanya sebesar 1,22 persen. Walaupun kontribusinya pada PDRB masih relatif kecil, tetapi pertumbuhan sektor ini dalam kurun waktu 2005-2009 adalah yang paling tinggi, yakni rata-rata sebesar 7,53 persen. Tingginya pertumbuhan sektor ini memperlihatkan bahwa geliat ekonomi di sub sektor Pemerintahan Umum dan swasta mulai meningkat seiring dengan perkembangan yang terjadi di sektor lain dalam perekonomian di wilayah Kabupaten Mukomuko.
Lebih lanjut, kontribusi sektor industri pengolahan dalam perekonomian Kabupaten Mukomuko adalah  rata-rata sebesar 6,34 persen pada periode tahun 2005 - 2009.  Subsektor yang dominan menyumbang dalam sektor ini adalah subsektor industri makanan, minuman dan tembakau.  Dari besaran kontribusi sektor industri pengolahan sebesar 6.18 (2009), subsektor industri makanan, minuman, dan tembakau menyumbang sebesar 4,77 persen.  Sementara industri lainnya seperti tekstil, barang kulit, dan alas kaki, barang kayu, dan hasil hutan lainnya, kertas dan barang cetakan, pupuk, kimia dan barang dari karet dan industri lainnya, memiliki peran yang kecil dalam memacu perekonomian Kabupaten Mukomuko.  Sama halnya dengan sektor jasa, sektor Industri pengolahan ini juga memiliki tingkat pertambuhan yang cukup tinggi dibanding sektor lainnya, yakni rata-rata sebesar 5,88 persen. 
Sektor pertambangan dan penggalian di Kabupaten Mukomuko pada periode tahun 2005-2009 memiliki kontribusi sebesar 5.86 persen. Subsektor pertambangan tanpa migas dan penggalian memonopoli peran di sektor ini karena hingga saat ini subsektor minyak bumi dan gas alam cair belum ditemukan sumbernya diwilayah Kabupaten Mukomuko. Potensi sektor pertambangan ini perlu lebih digali lagi karena disamping kontribusinya yang relatif kecil tersebut, tingkat pertumbuhannya dalam lima tahun belakangan  juga yang paling rendah setelah sektor listrik, gas, dan air bersih, yakni rata-rata sebesar 3,66 persen.
Sektor pengangkutan dan komunikasi memberikan kontribusi rata-rata sebesar 3.91 persen pada periode 2005-2009.  Data tahun 2009 memperlihatakn peran terbesar kontribusi sektor ini disumbang oleh subsektor pengangkutan. Dari besaran kontribusinya sebesar 3,91 persen, subsektor pengangkutan    menyumbang sebesar 3,85 persen. Sementara subsektor komunikasi menyumbang sebesar 0,11 persen. Pertumbuhan sektor ini cukup menggembirakan Karena mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi selama periode 2005-2009, yakni rata-rata 6,18 persen.
Peranan sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan pada PDRB Kabupaten Mukomuko mencapai rata-rata sebesar 3,42 persen pada kurun waktu 2005-2009. Sektor ini merupakan sektor yang mendukung pendanaan bagi pelaku ekonomi hingga kemajuan sektor ini dapat menjadi indikator bagi kemajuan dari sektor-sektor lainnya. Sektor ini termasuk sektor yang memiliki tingkat pertumbuhan yang relatif tinggi dibanding sektor lainnya, yakni tumbuh rata-tata sebesar 7,51 persen.
Sektor listrik, gas, dan air bersih memiliki kontribusi dan tingkat pertumbuhan yang paling kecil dari semua sektor. Kontribusinya hanya rata-rata sebesar 0,18 persen sedang tingkat pertumbuhannya hanya sebesar 3.13 persen pada periode 2005-2009.  Produksi listrik sebagian besar dihasilkan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan sebagian kecil oleh non PLN.  Sementara itu produksi air bersih dihasilkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).  Meskipun sektor listrik dan air bersih merupakan sektor penunjang seluruh kegiatan ekonomi dan sebagai infrastruktur yang mendorong aktivitas proses produksi sektoral maupun untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat, namun sektor ini memilki porsi paling kacil terhadap penciptaan PDRB.

Data perkembangan PDRB atas dasar harga konstan selama kurun waktu 2004-2008 memperlihatkan perekonomian daerah Kabupaten Mukomuko tumbuh pada tingkat yan moderat. Perkembangan PDRB lebih rinci periode 2003/2004 -2007/2008 disajikan pada Tabel 2.5.

Tabel 2.5.  Perkembangan Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Muko-Muko Menurut Sektor  Usaha, Tahun 2005 - 2009 (%)
Sektor Usaha
2005
2006
2007
2008
2009
Rerata
 1. Pertanian
6.02
5.20
3.93
3.26
4.77
4.64
 2. Pertambangan dan Penggalian
4.14
6.03
3.80
3.08
1.27
 3.66
 3. Industri Pengolahan
5.30
5.85
5.29
6.17
6.81
5.88
 4. Listrik, Gas dan Air Bersih
4.60
6.79
5.75
-6.28
4.78
3.13
 5. Bangunan
6.22
8.54
7.16
7.54
3.18
6.53
 6. Perdag., Hotel dan Restoran
5.35
6.30
7.07
2.93
2.46
4.82
 7. Pengangkutan dan Komunikasi
4.61
5.95
6.02
6.45
7.87
6.18
 8. Keu. Persewaan, dan  Jasa Perusahaan
4.41
4.49
5.47
7.35
15.83
7.51

 9. Jasa-Jasa
5.72
5.32
5.90
16.37
4.35
7.53
PDRB
5.58
5.62
4.97
4.55
4.65
5.07
Sumber: BPS Provinsi Bengkulu 2010, Data Diolah

Perekonomian Kabupaten Mukomuko pada periode tahun 2005-2009 mengalami pertumbuhan dengan tingkat pertumbuhan rata-rata sebesar 5,07 persen.  Tingkat pertumbuhan ini berada di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang tumbuh rata-rata sebesar 6 persen pada kurun waktu 2005-2008, tetapi berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2009 yang diperkirakan tumbuh hanya sebesar 4,3 persen.  Tingkat pertumbuhan yang relatif moderat ini perlu mendapat perhatian yang seksama karena masih berada pada kecenderungan yang fluktuatif pada kisaran 4,55-5,62 persen serta berada dibawah target pertumbuhan ekonomi nasional pada RPJM nasional 2010-2015 nanti, yakni sebesar 6,3-6,8 persen, bahkan mencapai 7 persen bila ekonomi global pulih.
Lebih lanjut, laju pertumbuhan antar sektor selama lima tahun belakangan memperlihatkan bahwa empat sektor memiliki rata-rata tingkat pertumbuhan yang cukup tinggi antara 6-7,5 persen, yakni secara berturut-turut sektor (1)Jasa sebesar 7,53 persen; (2) Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan sebesar 7,51 persen; (3) Bangunan sebesar 6,53 persen; dan sektor Pengangkutan dan Komunikasi sebesar 6,18 persen.  Selanjutnya, tiga Sektor memiliki rata-rata tingkat pertumbuhan antara 4-6 persen, yakni secara berturut-turut sektor (1) Industri pengolahan sebesar 5,88 persen; (2) Perdagangan, Hotel dan Restoran sebesar 4,82 persen; dan (3) sektor pertanian  sebesar 4,64 persen.  Sementara sektor pertambangan;  dan sektor Listrik, Gas dan Air bersih memiliki tingkat pertumbuhan kurang dari 4 persen, yakni masing-masing 3,66 persen dan 3,13 persen.
Tingkat pertumbuhan antar sektor di atas memperlihatkan bahwa sektor-sektor sekunder memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi dari pada sektor primer. Kondisi ini tentu akan memperkokoh struktur perekonomian kabupaten mukomuko mengingat sektor sekunder ini memiliki nilai tambah (added value) dan efek pengganda yang signifikan sehingga akan memberikan geliat ekonomi yang lebih kuat.  Namun demikian, pertumbuhan pada sektor Perdagangan, Hotel & Restoran, serta sektor Industri pengolahan masih berada pada kisaran 5-5,5 persen sehingga perlu untuk lebih dipacu lagi.

Tingkat pendapatan per kapita penduduk Kabupaten Mukomuko menunjukkan tren yang meningkat setiap tahunnya.  Pendapatan per kapita masyarakat atas dasar harga berlaku meningkat dari sekitar Rp 4,5 juta menjadi Rp 7 juta lebih. Peningkatan ini lebih rendah pada pendapatan per kapita atas harga konstan, yakni dari Rp 3 juta lebih menjadi hampir 3,6 juta.  Data perkembangan pendapatan per kapita lebih rincinya disajikan pada Tabel 2.6.
Tabel 2.6:  PDRB per Kapita Kabupaten Muko-Muko Atas Dasar Harga Berlaku dan   Harga Konstan Menurut Lapangan Usaha, Tahun 2004 - 2008 (Rupiah )
No
PDRB per Kapita
2004
2005
2006
2007
2008
1
Harga Berlaku
4.490.441
5.420.904
6.018.338
6.539.505
7.147.789
2
Harga Konstan
3.195.934
3.295.369
3.437.991
3.520.102
3.590.847
Berdasarkan data pendapatan per kapita atas dasar harga berlaku pada Tabel 2.5 maka pendapatan per kapita meningkat dengan laju peningkatan sebesar 11,84  persen.  Namun untuk melihat perkembangan nilai riil PDRB per kapita digunakan pendapatan per kapita atas dasar harga konstan. Jika ditinjau dari harga konstan
maka tingkat pendapatan penduduk Kabupaten Mukomuko meningkat dengan laju peningkatan rata-rata sebesar 2,47 persen, dari Rp 3 juta lebih menjadi hampir 3,6 juta. 

            Saat ini, jumlah Kecamatan di Kabupaten Mukomuko sebanyak 15 Kecamatan yaitu:
1.     Kecamatan Air Dikit
2.     Kecamatan Air Manjuto
3.     Kecamatan Air rami
4.     Kecamatan Lubuk Pinang
5.     Kecamatan Mukomuko Utara
6.     Kecamatan Mukomuko Selatan
7.     Kecamatan Malin Deman
8.     Kecamatan Sungai Rumbai
9.     Kecamatan Pondok Suguh
10. Kecamatan Teramang Jaya
11. Kecamatan Penarik Raya
12. Kecamatan Selagan Jaya
13. Kecamatan Teras Terunjam
14. Kecamatan V Koto
15. Kecamatan IV Koto

Share this article :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. METHODE PENYULUHAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger